{"id":275,"date":"2021-02-21T07:49:15","date_gmt":"2021-02-20T23:49:15","guid":{"rendered":"http:\/\/hma.poliupg.ac.id\/?p=275"},"modified":"2022-12-31T12:46:32","modified_gmt":"2022-12-31T04:46:32","slug":"harapan-kami-sesama-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hma.poliupg.ac.id\/index.php\/2021\/02\/21\/harapan-kami-sesama-manusia\/","title":{"rendered":"Harapan Kami Sesama Manusia"},"content":{"rendered":"\n<h5 style=\"text-align: center; font-family:times new roman\"> <b> <u>  Harapan Kami Sesama Manusia <\/u> <\/b> <\/h5>\n<p style=\"text-align: center; font-family:times new roman; font-size:14px\"> Penulis : Ahmad Mujahid <br> (Mahasiswa Akuntansi PNUP Angkatan 2019)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-family:times new roman; font-size:16px; text-indent: 0.3in\">  \nSemenjak merebaknya pandemi virus corona atau yang kita kenal dengan istilah <b> <i> Covid-19 <\/b> <\/i> aktivitas sehari-hari seakan berbeda. Para pekerja yang dulunya keluar untuk mencari nafkah, kini dibatasi dengan himbauan pemerintah untuk tetap berada <u> di rumah saja <\/u>. Para mahasiswa yang dulunya melaksanakan kuliah secara face to face kini harus mengeluarkan biaya lebih serta mencari sinyal agar bisa mengikuti perkuliahan. Para pejuang garis depan harus kehilangan momentum kebersamaan dengan keluarga mereka demi tugas yang mulia. Tempat ibadah pun banyak yang menutup aksesnya untuk beribadah.\n<p style=\"text-align: justify; font-family:times new roman; font-size:16px; text-indent: 0.3in\">  \nKian hari jumlah manusia yang terjangkit virus kian meningkat. Hal ini tidak serta-merta terjadi begitu saja. Salah satu penyebabnya adalah masih banyaknya manusia yang lebih mengutamakan ego dirinya dibandingkan keselamatan manusia yang lainnya. Mereka tidak memahami makna yang tertuang dalam <b> UUD 1945 Pasal 28A <\/b> dan <b> Pasal 28J ayat 1 <\/b> yang mana poin utama dari kedua pasal tersebut yaitu kelangsungan hidup dan menghargai hak orang lain.\n<p style=\"text-align: justify; font-family:times new roman; font-size:16px; text-indent: 0.3in\">  \nSaat ini kita masuk ke era baru, era yang disebut dengan istilah <i>  new normal <\/i> yaitu sebuah kondisi pola hidup yang baru. Memang saat ini jumlah korban <i> Covid-19 <\/i> sudah agak menurun dibanding bulan-bulan sebelumnya, namun ini bukan berarti bahwa kita sudah bebas dari masalah pandemi <i> Covid-19 <\/i> ini. Kita kembali ke tahun 1918, sejarah menyebutkan bahwa pandemi <i> influenza <\/i> 1918 atau biasa kita kenal dengan istilah <b> Flu Spanyol <\/b> itu mengalami klimaks infeksi di gelombang kedua. Hal ini karena masyarakat pada waktu itu merasa bahwa keadaan sudah kembali normal, namun nyatanya tidak.\n<p style=\"text-align: justify; font-family:times new roman; font-size:16px; text-indent: 0.3in\">  \nDari pandemi tersebut, kita bisa mengambil pelajaran bahwa puncak terjadinya suatu wabah yaitu ketika masyarakat sudah merasa normal kembali akan tetapi realita yang terjadi justru sedang tidak baik-baik saja. <i>New normal<\/i> inilah solusi yang bisa kita gunakan untuk meminimalisir terjangkitnya virus <i> Covid-19 <\/i> di masa saat ini yaitu dengan tetap memperhatikan protokol\/himbauan dari pemerintah serta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dan tak lupa pula kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga kondisi bumi dan isinya lekas membaik. \n<br> \nAamiin\n<\/p>\n<br>\n\n\n\n<p style=\"text-align: right; font-family:monotype corsiva; font-size:18px; text-indent: 0.3in\"> <b>  Terlahir Untuk Satu <\/b> <\/p>\n\n\n<hr><hr>\n\n\n\n<p><strong><em>#LITEK_alvrndhsr<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Harapan Kami Sesama Manusia Penulis : Ahmad Mujahid (Mahasiswa Akuntansi PNUP Angkatan 2019) Semenjak merebaknya pandemi virus corona atau yang<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":448,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"footnotes":""},"categories":[35,6],"tags":[],"class_list":["post-275","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-tulisan_mahasiswa","category-karya_mahasiswa-akuntansipnup","post_format-post-format-gallery"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hma.poliupg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hma.poliupg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hma.poliupg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hma.poliupg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hma.poliupg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=275"}],"version-history":[{"count":38,"href":"https:\/\/hma.poliupg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1279,"href":"https:\/\/hma.poliupg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275\/revisions\/1279"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hma.poliupg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hma.poliupg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=275"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hma.poliupg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=275"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hma.poliupg.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=275"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}